Jumat, 02 Juli 2010

Cerita Untuk Kalian

00.20, sulit sekali aku memejamkan mata. Daripada nglamun tak jelas, coba-coba membuka laptop menuliskan sesuatu yang mengganjal di hati dan pikiran. Biarkanlah aku bercerita sedikit tentang kisah cintaku kawan jika mau dengarkanlah jika tidak tak masalah. Setelah lelah dari perhelatan panjang pernikahan saudara sepupu kemudian melihat Brazil kalah belum juga bisa membuatku tertidur pulas. Banyak sekali yang terngiang-ngiang dipikiranku. Di acara pernikahan saudaraku tadi dari awal sampai selesai walaupun ragaku ditempat itu tapi pikiran dan jiwaku melayang jauh entah kemana. Akupun memilih duduk dibelakang sendiri, menikmati hidangan dan mendengarkan lagu-lagu yang dinyanyikan oleh band yang tak ku tahu namanya. Dalam Suasana yang begitu hiruk pikuk dan penuh kebahagiaan aku tak bisa menikmatinya. Angan-anganku terus melayang jauh dan tanpa kusadari setetes air mata jatuh dari mataku. What? What happen with me? Why?

Sepulang dari acara itu aku bertanya dalam hati, kenapa aku harus bersedih? Kenapa aku harus menangis? Sedalam itukah perasaanku terhadap dia? Seseorang yang belum pernah kutemui, seseorang yang hanya aku yakini. Seseorang yang ternyata telah mengajarkanku makna sebuah cinta. Tak sanggup aku berpikir tentang jawaban semua itu.

Aku pun pergi ke kamar mandi mengambil sedikit air wudhlu kemudian membaca sepenggal surat Ar-rum lalu Sholat dan berdo’a kepada Allah. Dalam do’aku Tuhan mengirimkan jawaban-jawaban dari segala gundah yang aku rasakan. Karena aku yakin Allah tau yang terbaik untukku.

Ceritaku dimulai sejak dulu aku masuk SMA memang aku tak pernah berpikir tentang apa itu cinta. Aku juga tak pernah berpacaran walaupun kata temanku banyak yang naksir aku (jan pedhene puol cah). Aku pun tak peduli terhadap perasaan mereka. Karena aku bukanlah orang yang mudah jatuh cinta. Aku lebih banyak menghabiskan waktu bersama my genk seven magnificient Jom’z Mania. Tapi toh dibalik semua kecuekanku terhadap cewek aku sebenarnya menaruh hati pada seseorang gadis manis nan cantik dan cerdas yang juga satu sekolah denganku. Tapi sayang sampai aku lulus dan melanjutkan kuliah aku tak pernah mengungkapkan perasaanku. Itu yang aku sesali sampai saat ini. Mungkin kata orang dialah cinta pertamaku. Tapi bukan berarti cinta pertama adalah cinta terakhir bagiku. Selama lima tahun lebih aku terus menjaga perasaanku, aku tak pernah membuka hatiku untuk orang lain. Karena aku masih berharap memiliki si gadis cantik dan cerdas itu.

Sampai pada akhirnya pada waktu semester VI memasuki semester VII aku bertemu dengan seseorang cewek, dan mencoba membuka hatiku untuknya. Aku mencoba membangun hubungan dengan dia dan tentunya dilandasi dengan sebuah keseriusan. Dalam sejarah hidupku dia merupakan pacar pertamaku. Walaupun aku tak tahu benar-benar mencintai dia atau tidak. Tapi Aku berusaha untuk mencintai dia sepenuh hati, memberikan yang terbaik. Tapi hubungan kami tak lama, enam bulan kemudian kami putus. Dan aku tahu dia bukan yang terbaik untukku.

Dan dalam masa kesedihanku datanglah seseorang lewat facebookku. Seseorang yang menurutku bisa membuatku bangkit dan bahagia kembali. Ada sesuatu yang beda diberikan olehnya. Konyol memang, tapi itulah kenyataannya. Dia datang tiba-tiba dari facebookku begitulah kira-kira kata Armand Maulana. Dari profilnya aku bisa menilai, dia adalah orang yang beriman, cerdas, kreatif, inovatif dan mandiri, wanita idamanku selama ini. Setelah kenal dengan dia aku merasakan kembali apa yang kurasakan pada saat aku jatuh cinta pertama kali.hihi. walaupun baru beberapa bulan kenal ada sesuatu yang luar biasa timbul dihatiku. Mungkin inilah jawaban atas do’a-do’aku. Tuhan telah mengirimkan wanita impianku. Tentunya aku tak ingin mengulangi kesalahanku yang dulu, Aku tak ingin kehilangan orang yang aku cintai untuk kedua kalinya tanpa dia tau perasaanku. Dan tanpa basi-basi aku pun mengungkapkan perasaanku padanya. Aku ingin dia tahu perasaanku yang sebenarnya. Dan apa yang terjadi saudara-saudara,hoho, Harapan tak seindah harapan, mungkin aku yakin dengan perasaanku. Tapi keyakinan saja tentu belum cukup untuk meluluhkan dan meyakinkan hatinya seperti keyakinanku terhadap dia. Walaupun ada kesedihan tapi aku lega, tak merasa kecewa, karna aku telah mengungkapkan perasaanku. Aku telah belajar dari masa laluku. Walau aku tak pernah tahu perasaanmu terhaap diriku, terimakasih untuk semua yang kamu berikan selama ini. Terima kasih karna kau telah mengajariku arti cinta. Walau ada pepatah mengatakan sebelum janur kuning melengkung semua masih milik umum, tapi aku menghormati keputusanmu, aku bukan tipe orang yang suka mengganggu hubungan orang lain. Karna aku tahu rasanya sakit hati dan dikhianati. Biarlah aku simpan dan aku jaga rasa ini sampai aku tak mampu lagi. Namamu akan aku ukir indah dihatiku. Dan setiap malam aku akan terus berdo’a cepatlah putus dengan dia,,,hahahahaha,,,guyon cah…Semoga bahagia dengan pilihan hatimu AD 1305. Do’aku selalu untukmu. All iz Well.

Malam ini detik ini 02.36 03 Juli 2010 lengkap sudah pelajaran cinta yang telah kau berikan ya Allah. Dulu aku memang tak peduli dengan apa yang namanya cinta, sakit hati, dan dikhianati. Tapi saat ini aku bersyukur karena Engkau telah memberikan semua pelajaran cinta itu padaku Ya Tuhanku. Kini aku tau apa itu cinta. Aku bersyukur masih Engkau beri kesempatan untuk merasakan bagaimana indahnya jatuh cinta, bagaimana sakitnya patah hati, bagaimana perihnya dikhianati, bagaimana rasanya cinta tak terbalas. Kata sebuah lagu “cintaku bertepuk sebelah tangan tapi tetap kuberi senyum keindahan,,ihihihi,,Dulu bagiku cinta memang hanya sebuah kata-kata tak ada artinya, tapi sekarang aku tahu apa sebenarnya itu cinta. Ya Allah cukup sudah sampai disini episode pelajaran cinta yang Engkau berikan. Aku ingin memulai episode yang baru, belajar makna kehidupan yang lain darimu Ya Rob.

Tulisan ini aku dedikasikan buat semua orang yang selama ini selalu menyayangiku. Bapak, Ibu, adikku, dan seluruh keluarga besarku. Tentunya juga buat semua teman-temanku, The Seven Magnificient Jom’z mania Rizky, Ega gombloh, johan, Qin-thil, Doni, Pramono, Pardjo (ora jeleh yo koe telung tahun lungguh karo aku). Dan buat teman2 kecilku Kuncung, Cempol, Ari, Ridex, Indah, Dewi, fi3a, Cun2, Bayu, Niwa, Rangga. Lilik, mas Joko, Mbak Three, Kaka Nova thanks untuk semua cinta yang telah kalian berikan. Especially for orang-orang yang telah mengisi hatiku semoga kalian bahagia selalu. Dan untuk orang-orang yang mungkin pernah aku sakiti baik disengaja maupun tidak maafkanlah semua kesalahanku. Love U all. U 21 K.

Jumat, 26 Maret 2010

MEROSOTNYA PRESTASI PERSIS SOLO

Prihatin satu kata buat kondisi Persis Solo saat ini. Apa yang sebenarnya terjadi dengan Persis Solo?Persis yang sempat terbangun dari tidur panjangya kini kembali dinina bobokkan. Prestasi Persis yang sempat menembus final divisi I melawan persebaya kini hilang kembali. Miris memang tapi itulah kenyataannya. Persis yang notabennya adalah klub dari kota besar yang dikenal dengan sebutan Spirit Of Java ini sekarang sedang kehilangan "Spiritnya" untuk bangkit dari keterpurukan yaitu tetap bertahan di divisi utama. Haruskah klub sebesar Persis harus bermain lagi di divisi satu?Ya itulah jawaban yang pasti saat ini. Hasil seri 0-0 melawan Gresik United kemarin semakin memperparah keadaan Persis untuk bertahan.
Siapa yang pantas disalahkan melihat kondisi prestasi Persis saat in? Pemkot? Masyarakat? Pelatih? Pemain? atau kah Managemen? Semuanya bertanggung jawab atas melorotnya prestasi persis. Pemkot yang disini masih menjadi pemilik dari Persis kurang begitu perhatian dengan kondisi klub dengan tidak adanya dana yang dikucurkan. Ada alasan memang klub tidak boleh lagi menggunakan dana APBD tapi toh didaerah lain banyak klub yang masih didukund dari dana pemerintah khususnya pemerintah daerah/Kota. Mereka (pemda/pemkot daerah lain,red) mempunyai banyak cara untuk mendanai jalannya klub kebanggaan daerah mereka yaitu dengan cara hibah atau yang lainnya. Masyarakat pun terlambat dalam merespons kondisi finansial klub yang mengalami kendala. Sumbangan dana baru diterima setelah kompetisi berjalan dan klub terpuruk. memang terlambat tapi setidaknya ada masyarakat yang masih peduli terhadap prestasi persis.
Bagaimana dengan Pasoepati? Dukungan Pasoepati yang begitu besar belum bisa meningkatkan spirit pemain. Dukungan dari Pasoepati yang begitu kuat pada awal kompetisi tak diikuti di tengah-tengah kompetisi dan dukungan baru dirasakan kembali pada akhir kompetisi. Kita harus belajar dari saudara tua Aremania yang selalu mendukung klubnya bagaimanapun keaadaan klub mereka. Yang perlu dicontoh lagi mereka rela merogoh dompet mereka 25-30 ribu untuk menyokong dana finansial klub yang mengalami masalah. Melihat dari itu seharusnya panpel menaikkan harga tiket yang dari 10.000 menjadi 20.000 atau 25.000 yang sisa dari uang tiket tersebut digunakn untuk menambah kas klub. Ini juga merupakan bentuk bukti dari loyalitas Pasoepati. Dukungan yang diperlukan saat ini tidak hanya dari nyanyian kita tapi juga dari sokongan dana.
Manegemen pun dalam menangani klub jangan hanya setengah hati. Tidak memanfaatkan klub untuk kepentingan pribadi dan kendaraan politik. Benar-benar murni untuk prestasi Persis. Kita tidak tahu bagaimana proses awal manegemen merekrut pemain. Pemain yang ada saat ini belum memenuhi standar rata-rata kompetisi divisi utama. Memang hanya sebagian pemain yang layak untuk bermain di level divisi utama. Tapi darah-darah muda yang lain belumlah siap untuk bersaingan di kompetisi divisi utama.
Dari semua pengalaman yang diperoleh saat ini hendaknya menjadi guru bagi kita semua untuk kembali mengangkat prestai klub kebanggaan kita Persis Solo. Memang diperlukan kerjasama antara Pemerintah daerah, manegemen, pelatih, pemain, masyarakat dan supporter untuk mengembalikan spirit dari kota “Spirit of Java” ini. Semoga di tahun yang akan datang prestasi Persis Solo bisa lebih meningkat tentunya dengan dukungan dari semua pihak.(uz)