Jumat, 31 Juli 2009

MENGAPA REMAJA MUDAH TERJEBAK DALAM FREE SEX?

Betapapun besarnya tantangan dan kerusakan moral pada zaman akhir, para remaja seharusnya berusaha dengan sungguh-sungguh lahir dan batin untuk mempertahankan keimanan, ketakwaan, dan kefahaman agamanya, sehingga dapat tehindar dari berbagai macam kemaksiatan di muka bumi ini. Melihat pergaulan para pelajar, mahasiswa dan anak-anak remaja pada umumnya sekarang ini membuat kita prihatin, jijik dan tidak habis pikir terhadap apa yang mereka lakukan. Apa yamg harus kita katakan ketika mendapati para remaja yang berbuat asusila bahkan merekam adegan mesum mereka? Apa yang harus kita katakan ketika para pelajar melakukan “pesta seks”? Sungguh luar biasa, suatu hal yang belum pernah kita bayangkan dan pikirkan di benak kita. Tapi ini semua menjadi kenyataan hidup yang terjadi di lingkungan sosial kita.

Sungguh bibir kita seolah terkunci dan tidak bisa berkata apa-apa. Kita hanya bisa prihatin dan mengelus dada. Sudah begitu demikian bobrokkah akhlaq dan moral remaja sekarang ini? Pola hidup freesex, benar-benar telah menjadi pilihan hidup dari sebagian remaja kita sekarang ini. Pola hidup pergaulan bebas dan freesex yang kini mulai mewabah di tengah-tengah kehidupan masyarakat kita sekarang ini adalah pertanda bahwa masyarakat kita telah mengalami krisis moral dan agama. Ditinjau dari segi sosiologi dan agama, ada beberapa sebab yang menjadikan remaja sangat mudah terjebak dalam perzinaan, di antaranya :

1. Tidak berpikir panjang

Dorongan seksual yang sedang bergejolak menyebabkan para remaja tidak berpikir panjang. Sebagian remaja lebih memilih melampiaskan hasratnya ketimbang memikirkan dampak negatifnya. Padahal akibat kenikmatan sesaat itu menyebabkan menderita selama-lamanya.

2. Tidak merasa diawasi

Ketika sedang berduaan dengan sang kekasih biasanya para remaja merasa dunia ini hanya milik mereka berdua. Sehingga mereka melakukan apa saja yang disebutnya sebagai perwujudan kasih sayang kepada kekasihnya. Hilangnya perasaan merasa diawasi inilah salah satu yang menyebabkan remaja sangat mudah melakukan perzinaan.

3. Pergaulan bebas

Pergaulan bebas antara remaja yang berlainan jenis sangat memicu terjadinya perzinaan. Saat mereka berada pada tempat-tempat yang tidak ada pengawasan orang lain, tentu sulit untuk menghindari perzinaan. Sebab saat itu gelora nafsu muncul dan memungkinkan untuk melakukannya. Sementara meraka tidak berpikir panjang dan merasa diawasi.

4. Pornografi dan pornoaksi, sumber fantasi kotor

Bagaimanapun juga tayangan dan gambar-gambar pornografi akan mempengaruhi psikologis remaja. Hal itu akan menimbulkan fantasi kotor dan menimbulkan kecenderungan untuk meniru dan mencoba apa yang belum pernah mereka alami dan rasakan. Tidak mengherankan jika kemudian terjadi penyimpangan seksual yang dilakukan remaja. Tidak akan ada api jika tidak disulut, semua pasti ada awalnya atau penyebabnya. Kecenderungan menonton film porno secara tidak langsung akan membawa efek ke alam bawah sadar kita untuk melakukan hal-hal yang terjadi dalam film tersebut.

Dari fakta-fakta di atas haruslah kita sadari bahwa tantangan hidup di zaman akhir ini semakin berat. Kita sebagai remaja harus memperkuat fondasi diri kita dengan memperbanyak ilmu kita. Baik itu ilmu dunia maupun ilmu agama. We can if we say can, mari kita berusaha bersama agar hidup kita setingkat lebih baik dari hari ini. Jangan sampai perkembangan zaman ini mempengaruhi kehidupan kita. Kita yang mengontrol teknologi bukan teknologi yang mengontrol kita. Kita gunakan semua perkembangan yang ada ini dengan baik, benar, dan bermanfaat. Tangan kita sendiri yang akan mengubahnya bukan orang lain. Dengan generasi muda yang tangguh, berakhlak, dan mempunyai jiwa positif Insyallah bangsa ini akan menjadi bangsa yang besar, bangsa yang bermartabat dan bangsa yang dihargai oleh dunia. (dari berbagai sumber)


*article ini ditulis oleh Abdhy f.j.*